Who's Online
Ada 58 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Jumat, 19 Januari 2007

Cina Minta RI Cepat Serap Pinjaman untuk Proyek Infrastruktur

Pemerintah Cina minta agar RI mempercepat penyerapan dana pinjaman yang mereka sediakan sejak tahun lalu untuk proyek infrastruktur perhubungan. Dari total nilai US& 800 juta, masih tersisa US$ 200 juta.

"Yang US$ 200 juta itu diarahkan untuk pembangunan rel KA jalur ganda Cirebon-Kroya," kata Dubes RI untuk Cina, Mayjen (Purn) Sudrajat usai diterima Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (19/1/2007).

Menurut Sudrajat, belum juga terpakainya sisa dana US$ 200 juta itu akibat belum disepakatinya nilai proyek antara Pemerintah RI dengan kontraktor. Bahkan akibat kenaikan harga komponen, pihak investor menyatakan nilai proyek itu menjadi US$ 400 juta.

Dengan adanya kenaikan dua kali lipat tersebut, berarti pemerintah harus siap menyuntikkan tambahan dana US$ 200 juta. Bila hal tersebut sulit dilaksanakan dalam waktu dekat, Presiden memberi arahan agar alokasinya dialihkan ke proyek infrastruktur lain. "Ini akan kita bicarakan dengan Bappenas dan Dephub," imbuhnya. (Luhur Hertanto)

Sumber : detikcom

Terakhir diperbaharui ( Jumat, 19 Januari 2007 )
Rel Ganda Itu Dimodali Jepang
Selasa, 17 Oktober 2006
Pada tanggal 1 September 2006, ada artikel berita dari harian Suara Merdeka edisi Kedu dan DIY, isi artikel berita sebagai berikut:

Rel Ganda Itu Dimodali Jepang
PEMBANGUNAN double track (rel ganda) dari Stasiun KA Kutoarjo sampai Stasiun Tugu (Yogyakarta) ternyata didanai dengan pinjaman dari Jepang. Proyek raksasa itu dimulai sejak 17 Mei 2004 dan ditargetkan akan selesai pada November 2007.

Salah satu konsultan proyek, Ir M Nur Sjamsi ZA, ketika ditemui kemarin menyatakan yang punya kerja atas proyek lintas selatan (PLS) itu adalah Departemen Perhubungan. Mungkin karena modalnya dari Jepang, sebagai pelaksana proyeknya juga berasal dari Jepang, yakni Japan Future Enginering (JFE). Dalam hal pelaksanaannya, perusahaan raksasa asal Jepang itu merangkul perusahaan lokal, yakni PT Wijaya Karya (PT Wika).
Terakhir diperbaharui ( Minggu, 11 Maret 2007 )
Baca selengkapnya...
Perusahaan yang Berkinerja Tinggi
Jumat, 11 Agustus 2006
Sebagai titik awal untuk mencapai kinerja yang tinggi, perusahaan harus mendifinisikan siapa pihak yang berkepentingan dan apa kebutuhan mereka. Dahulu sebagaian besar perusahaan memberikan perhatian tersebut kepada pemegang saham, sekarang perusahaan telah lebih menyadari bahwa tanpa memuaskan para pemercaya lainya seperti pelanggan, karyawan, pemasok dan distributor maka perusahaan tersebut tidak akan menghasilkan laba yang memadai bagi pemegang saham. Jadi bila karyawan, pelanggan, distributor dan pemasok tidak puas maka berpuluang kecil untuk meghasilkan laba.


Suatu perusahaan berusaha untuk memenuhi harapan minimum dari setiap kelompok pemercaya. Pada saat bersamaan, perusahaan dapat berusaha untuk memberikat tingkat kepuasan diatas tingkat minimum untuk pemercaya berlainan. Sebagai contoh perusahaan berusaha menyenangkan pelanggan, bersikap baik pada karyawan dan memberikan tingkat kepuasan minimum kepada pemasok. Dalam menetapkan tingkat-tingkat itu, perusahaan harus hati-hati agar tidak melanggar rasa keadilan berbagai kelompok pemercaya mengenai perlakuan relative yang mereka terima.

Terakhir diperbaharui ( Jumat, 11 Agustus 2006 )
Baca selengkapnya...
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 Selanjutnya > Akhiri >>

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014