Who's Online
Ada 15 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

PT KAI Resmikan Kereta Api Ramah Lingkungan
Minggu, 19 September 2010
Jakarta (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan kereta baru dengan fasilitas WC atau toilet yang ramah lingkungan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan di Jakarta, Minggu, mengatakan toilet ramah lingkungan tersebut berada pada KA Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo yang berangkat pada pukul 21.05 WIB.

"PT KA selalu berusaha memperbaiki mutu pelayanan tidak hanya kepada penumpang tetapi juga kepada lingkungan sesuai dengan misi kereta api yakni untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi kelestarian lingkungan," ujarnya.


Ia mengharapkan semua rangkaian dan layanan kereta api di masa mendatang dapat menggunakan toilet ramah lingkungan ini.
"Kedepannya nanti diharapkan semua toilet yang ada di kereta api akan diganti dengan sistem seperti ini yang ramah lingkungan," ujarnya.

Ia menjelaskan, toilet tersebut memiliki bak penampungan sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke jalan rel.

Kemudian, dalam bak tersebut diisi air yang dicampur dengan bahan mikroba sebagai bahan penghancur dan penetralisir kotoran sehingga kotoran yang dibuang akan berbentuk air yang tidak mencemarkan lingkunagn.
"Agar toilet berfungsi maksimal maka bak penampungan akan diganti setiap tiga bulan sekali," ujarnya.

Sedangkan, KA Argo Lawu tersebut disamping menggunakan fasilitas toilet ramah lingkungan, juga menggunakan rangkaian KA baru produksi PT INKA sebanyak delapan kereta penumpang dan satu kereta makan.
Menurut rencana KA baru ini selanjutnya akan digunakan sebagai KA eksekutif Argo Dwipangga jurusan Jakarta-Solo.

Sebelumnya, pada Jumat (3/9) PT KAI juga meluncurkan rangkaian Kereta Api (KA) kelas Ekonomi AC produksi dalam negeri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.


KA kelas Ekonomi AC itu bernama Bogowonto melayani rute Senen (Jakarta) menuju Kutoharjo (Jawa Tengah).
KA Bogowonto merupakan hasil rancangan industri dalam negeri sendiri yaitu PT INKA dengan jumlah kapasitas penumpang adalah 80 orang.

Kereta tersebut juga dirancang untuk kecepatan operasional 100 kilometer per jam serta umur teknis yang tidak kurang dari 25 tahun.

Selain bahan dan komponen lokal mengacu pada Standar Industri Indonesia (SII) atau Standar Nasional Indonesia (SNI), rangkaian KA Bogowonto juga dilengkapi dengan generator listrik sebanyak 2x250 KVA yang dipergunakan untuk suplai listrik rangkaian kereta api. (*)


Terakhir diperbaharui ( Minggu, 19 September 2010 )
Bangun Jalur Kereta Api, MEC Infra Investasi USD1 M
Selasa, 03 Agustus 2010
JAKARTA - MEC Infra akan menginvestasikan USD1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon.

"MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan dengan nilai UD1 miliar," ungkap Executive Vice Chairman Group CEO MEC Holdings Madhu Koneru, saat konferensi pers, dalam acara Asia Pacific Ministerial Confference on Public Private Partnerships (PPP) for Infrastructure Development & Infrastructure Asia 2010, di Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batu bara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai USD5 miliar.

"MEC telah merumuskan kemitraan strategis dengan para pemimpin industri untuk merealisasikan visi “Mines to Market,” katanya.

Akuisisi lahan hampir selesai dilaksanakan dan pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan jadwal. Dalam lima tahun ke depan investasi MEC saja akan menciptakan 5.000 pekerjaan baru di Kalimantan Timur.

Lebih penting lagi, investasi ini akan mengubah Kalimantan Timur menjadi contoh bagi masa depan Indonesia dengan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan, membantu Indonesia untuk menarik investasi tambahan senilai USD20 miliar pada 2030 dan menciptakan lebih dari 100 ribu pekerjaan.

"Kami bangga dapat berperan aktif dalam meningkatkan standar kehidupan masyarakat setempat dan tetap akan berkomitmen untuk melakukan hal itu setelah jalur kereta api tersebut dibangun,” pungkasnya.(ade)
Sumber : http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2010/04/15/320/323022/bangun-jalur-kereta-api-mec-infra-investasi-usd1-m
PTBA Tunjuk Konsultan Untuk Hitung Ulang Proyek Rel Tanjung Enim
Selasa, 18 Mei 2010
Jakarta - PT Bukit Asam Trans Railway (BATR), anak usaha PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk,  telah menunjuk konsultan dari Australia untuk melakukan perhitungan ulang  nilai proyek pembangunan rel kereta api di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Hasil kajian dari konsultan tersebut akan selesai dalam waktu dekat.

"Mereka akan mengkaji berapa nilai kewajaran dari proyek itu. Kabarnya dalam waktu dekat final report-nya akan segera selesai," ungkap Direktur Utama PTBA,  Soekrisno, saat dihubungi detikFinance, Minggu (15/3/2010).

Menurut Soekrisno, peninjauan ulang (review) proyek pembangun rel kereta api di Tanjung Enim tersebut dilakukan karena adanya perubahan desain dari proyek tersebut sehingga asumsi nilai proyek  akan mengalami perubahan. Hal itu juga harus dilakukan karena studi kelayakan proyek itu dibuat pada 2006 yang lalu, sementara proyek ini baru akan diimplementasikan pada tahun ini sehingga diperkirakan akan ada kenaikan nilai proyek.

"Karena nilai tukar yuan terhadap rupiah kan berubah, harga baja  juga berubah," ungkapnya.

Meskipun belum mengetahui berapa besar kenaikan nilai proyek tersebut, namun Soekrisno berharap kenaikannya masih dalam batas kewajaran sehingga perseroan tidak perlu mencari sumber pendanaan lain.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga terus melakukan pembicaraan guna membahas review tersebut dengan kedua partnernya yaitu Transpacific Railway, dan China Railway Engineering. "Kemarin mereka sudah ke sini, jadi nanti tim kita akan ke China untuk kembali bernegosiasi," ungkapnya.

Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering. Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank. Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.

Sumber : http://www.detikfinance.com/read/2010/03/14/174430/1317999/4/ptba-tunjuk-konsultan-untuk-hitung-ulang-proyek-rel-tanjung-enim
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014