Who's Online
Ada 58 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Investigasi Geoteknik
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 13 Maret 2009

1    TUJUAN INVESTIGASI


Investigasi geoteknik atau penyelidikan tanah dan batuan sebagai alas bagi konstruksi jalan rel adalah tahap yang krusial dalam perencanaan jalan kereta api. Pengalaman menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan jalan kereta api dapat membengkak akibat penyelidikan yang tidak memadai. Biaya dalam tahap penyelidikan geoteknik seringkali ditekan hingga serendah mungkin, sehingga penyelidikan dilakukan dalam tingkat yang amat kasar, hal ini pada akhirnya membuahkan parameter tanah yang tidak cukup representatif. Parameter tanah yang tidak mencerminkan kondisi tanah yang sesungguhnya bermuara pada kesalahan dalam perencanaan.

Tujuan investigasi geoteknik adalah untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan kondisi tanah dan air tanah pada suatu lokasi tertentu. Untuk mendapatkan informasi tersebut pada umumnya dilakukan dengan pengeboran (boring and drilling), dimana contoh tanah diambil untuk diuji lebih lanjut. Tujuan investigasi geoteknik secara umum dapat diuraikan sebagai berikut.
  • Profil perlapisan tanah
Untuk memperoleh profil perlapisan tanah, maka diperlukan pemboran untuk mengambil contoh tanah pada kedalaman yang berbeda-beda. Dari profil perlapisan tanah informasi penting yang harus diperoleh adalah sebagai berikut:
  1. Informasi berkenaan dengan jenis lapisan tanah, tebalnya dan kemiringan lapisan-lapisan tersebut.
  2. Lokasi lapisan tanah keras atau lapisan batuan
  • Variasi perlapisan tanah secara horizontal yang meliputi seluruh proyek.
  • Kondisi air tanah yang meliputi: a) digunakan untuk menentukan letak muka air tanah dan tekanannya dan b) digunakan untuk menentukan permeabilitas tanah.
  • Sifat-sifat fisik tanah dan batuan.
  • Sifat-sifat mekanika tanah dan batuan, seperti kekuatan dan kompressibiltas.
  • Hal-hal khusus pada perlapisan tanah, seperti adanya lapisan tipis material lapuk, adanya kantung-kantung kerikil pada lapisan pasir dan lain-lain.
  • Informasi-informasi khusus lainnya, seperti adanya kandungan bahan kimia dalam air tanah, diketahuinya kondisi pondasi struktur di dekat proyek.

2    PROSEDUR INVESTIGASI

Prosedur investigasi geoteknik umumnya melewati tahap-tahapan sebagai berikut:
  • Reconnaisance
  • Investigasi pendahuluan
  • Investigasi rinci
  • Penyelidikan selama konstruksi
Tahap-tahap investigasi yang disebutkan di atas pada hakikatnya menunjukkan tingkatan investigasi yang diperlukan. Tahap investigasi tertentu akan memberi petunjuk apakah perlu melakukan investigasi pada tahap berikutnya. Sebagai contoh, informasi yang diperoleh dalam tahap reconnaissance akan menjadi petunjuk untuk melakukan investigasi pendahuluan berkenaan dengan hal-hal yang perlu diinvestigasi lebih lanjut.  Dalam melakukan investigasi tidak selalu diperlukan melakukan 4 tahap investigasi secara berturut-turut. Jika dianggap cukup, maka investigasi hanya sampai pada tahap investigasi pendahuluan, tergantung pada tingkat kompleksitas perlapisan tanah yang ada dan struktur yang akan dibangun.


Terakhir diperbaharui ( Jumat, 13 Maret 2009 )

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014