Who's Online
Ada 35 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Rel Ganda Patuguran-Purwokerto Mulai Digarap
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 24 Juli 2008
Jalur kereta api (KA) Patuguran-Purwokerto mendapat prioritas dalam proyek pembangunan rel ganda antara Cirebon-Kroya. Jalur sepanjang 34,897 km itu pembangunan rel gandanya sudah mulai dikerjakan.


Humas Satuan Kerja (Satker) Proyek Pembangunan Rel Ganda Cirebon-Kroya, Moh Yani didampingi Humas Daop V, Moch Fatcham kepada wartawan mengatakan, proyek rel ganda antara Cirebon-Kroya dibagi menjadi tiga segmen. Yakni Cirebon-Prupuk, Prupuk-Purwokerto dan Purwokerto-Kroya.

Dari tiga segmen tersebut, kata Yani, yang paling sibuk perjalanan kereta api, terutama malam hari adalah antara Prupuk-Purwokerto. Oleh karena itu, segmen Prupuk-Purwokerto diprioritaskan dalam pembangunan rel ganda jalur Cirebon-Kroya.

Akan tetapi karena keterbatasan anggaran, pada segmen Prupuk-Purwokerto sepanjang 75 km, sepur yang didahulukan pembangunan rel gandanya adalah antara Patuguran-Purwokerto sepanjang 34,897 km.

"Pembangunan rel ganda Patuguran-Prupuk dilaksanakan dalam dua tahun anggaran, yakni 2008 hingga Oktober 2009. Diharapkan bulan Oktober 2009 jalur rel ganda Patuguran-Purwokerto sudah bisa dioperasionalkan", jelasnya.

Medan Berat

Dia menambahkan, antara Patuguran-Purwokerto yang dikenal juga merupakan medan berat di Daop V, secara design geometrik dan trak, tidak ada bangunan lain selain jembatan KA. Akan tetapi dalam perjalanan sosialisasi pembebasan tanah, banyak masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah agar perlintasan sebidang sekaligus dibuat untuk tidak sebidang.

Enam Lokasi

Karena adanya masukan itu, maka di beberapa lokasi perlintasan jalan dan rel yang sebidang akhirnya dibangun underpass. "Ada enam lokasi underpass di sepanjang Patuguran-Purwokerto. Saat ini semuanya sudah selesai pembangunannya", ujarnya.

Menurut dia, masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah agar di perlintasan kereta dibuat underpass atau fly over cukup banyak. Akan tetapi tidak semua masukan diakomodasi. Hal itu disebabkan untuk membuat lintasan tak sebidang membutuhkan lahan yang harus dibebaskan lebih dahulu.

"Masalah pembebasan lahan sebenarnya bukan jadi alasan utama, tetapi yang paling utama karena dari manajemen hidrolika atau secara teknis tak bisa dikerjakan untuk underpass atau fly over", tandasnya.

Terkait dengan pembangunan rel ganda Patuguran-Purwokerto tersebut, mulai 10 Juni, JL KS Tubun ditutup sementara selama 4 bulan 20 hari. Penutupan jalan itu terpaksa dilakukan karena jembatan Karangsempu yang di ada di atas rel kereta di Jl KS Tubun ikut dibongkar. Jembatan tersebut akan ditinggikan dan dilebarkan sesuai dengan konstruksi rel ganda yang sedang dikerjakan.

"Selain ditinggikan dan dilebarkan, jembatan Karangsempu yang semula diapit dua tikungan, akan dibuat lurus agar lebih aman" jelasnya.(G23-55)

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014