Who's Online
Ada 56 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Komersialisasi dermaga perintis butuh waktu 5 tahun
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 17 April 2008
Pemerintah membutuhkan waktu lima hingga 10 tahun untuk mengomersialkan dermaga penyeberangan perintis yang sebagian besar berada di wilayah timur Indonesia. Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar Abubakar menyatakan berkembangnya pasar dermaga penyeberangan perintis memang membutuhkan waktu yang relatif lama, bergantung pada pertumbuhan penumpang yang ada.

"Semakin cepat pertumbuhannya, komersialisasi juga bisa dilakukan dengan cepat" katanya kepada Bisnis kemarin. Dephub menilai komersialisasi bisa dilakukan dalam bentuk pengelolaan dermaga dan penyediaan kapal oleh pihak swasta seperti yang telah terjadi di penyeberangan Merak-Bakauheni dan lainnya yang sudah ramai. Pada tahun ini baru terdapat satu perusahaan swasta yang mengajukan izin untuk menyediakan kapal penyeberangan rute perintis di wilayah NTT.

Direktur Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dephub Wiratno mengungkapkan pada tahun ini pemerintah akan membangun 15 hingga 19 dermaga penyeberangan perintis di berbagai wilayah Indonesia.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun satu unit dermaga� adalah sekitar Rp30 miliar yang akan dipenuhi dalam jangka waktu sekitar lima hingga enam tahun sejak pembangunan awal.

Secara keseluruhan, pemerintah berencana membangun 38 dermaga yamg tersebar di seluruh Indonesia tahun ini. Sektor ASDP akan memeroleh alokasi dana APBN sebesar Rp1,2 triliun atau meningkat dari tahun sebelumnya sekitar Rp800 miliar. Khusus biaya operasional di 72 lintasan perintis, pemerintah mengucurkan alokasi dana APBN kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hampir Rp100 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp80 miliar.

Tarif naik

Pada kesempatan terpisah PT ASDP akan mengusulkan kenaikan tarif angkutan penyeberangan di lintas antarkota dalam provinsi/kabupaten, sebagai salah satu strategi mencapai target kenaikan laba tahun ini.

Pada 2008, perseroan mengincar kenaikan laba sekitar Rp11 miliar dari Rp52 miliar (belum diaudit) pada 2007.

Direktur Utama PT ASDP Sumiarso Sonny menyatakan pihaknya telah merumuskan beberapa strategi dan program kerja untuk mencapai target laba Rp63 miliar.

"Kami akan mengoptimalkan pola operasi khususnya di lintasan komersial melalui trip sisipan dan mengusulkan kenaikan tarif untuk lintasan antarkota dalam provinsi/kabupaten serta optimalisasi perawatan kapal" katanya dalam perayaan HUT ke-35 BUMN itu kemarin.

Besaran kenaikan tarif tersebut mengacu pada kenaikan yang ditetapkan Menteri Perhubungan yaitu berkisar 15-20%.

Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry, Supriyanto menambahkan usulan kenaikan tarif itu sedang dibahas secara internal dan ditujukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.

Besaran kenaikan akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di tiap-tiap daerah. Berbeda dengan lintas provinsi, penyeberangan antar kota dalam provinsi itu sudah lama tidak ada kenaikan.

Secara internal pada tahun anggaran 2008, ASDP Indonesia Ferry menaikkan sejumlah komponen biaya guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan keselamatan pelayaran.

Beberapa pos biaya itu yakni peningkatan mutu dan keselamatan dari Rp7 miliar menjadi Rp22 miliar dan kesejahteraan karyawan dari Rp162 miliar naik menjadi Rp202 miliar.

Sementara biaya pemeliharaan turun dari Rp108 miliar menjadi Rp97 miliar di 2008.

Menurut Sonny, penurunan anggaran tersebut menjadi cerminan keberhasilan program pemeliharaan di tahun sebelumnya.

Perseroan itu mengklaim selama 2007, performa kapal meningkat rata-rata di atas 80% melalui pelaksanaan sistem manajemen mutu dan keselamatan. Tahun ini performa kapal ditargetkan paling rendah harus diatas 80%.()

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014