Who's Online
Ada 32 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Civitas UNSRI menikmati fasilitas Moda Transportasi Kereta Api
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 13 Maret 2008
Mahasiswa Universitas Sriwijaya atau Unsri mulai hari ini dapat menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi dari Palembang ke Kampus Unsri di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Peresmian jalur kereta api mahasiswa berikut stasiun dan jembatan penyeberangannya dilakukan hari Senin (3/3).

Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman dalam sambutannya mengatakan, setelah stasiun dan jalur kereta api diresmikan akan disusul dengan pengadaan shuttle bus dari stasiun ke setiap fakultas.

"Bulan September akan datang lagi satu rangkaian kereta api dilengkapi pendingin udara. Pemerintah provinsi akan memberikan subsidi karcis kereta api Rp 1.000 dari harga tiket Rp 4.000 per mahasiswa,"¯ kata Syahrial.

Menurut Syahrial, dengan beroperasinya jalur kereta api tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah kecelakaan di jalan raya Palembang-Indralaya yang sampai saat ini telah memakan korban jiwa 20-an warga Unsri. Kondisi tersebut, kata Syahrial, kemudian dilaporkan kepada Menteri Perhubungan (waktu itu) Hatta Radjasa dan mendapat tanggapan.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Ahmad Najib mengutarakan, panjang rel dari Stasiun Kertapati sampai Stasiun Indralaya adalah 26 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Luas stasiun beserta fasilitas pendukung lainnya mencapai enam hektar.

Ahmad Najib menjelaskan, setiap hari, kereta api mahasiswa tersebut akan menjalani dua trip dengan kapasitas 300 penumpang, dan rangkaian kereta api yang akan tiba bulan September berkapasitas 450 orang. Rencananya, pada tahun anggaran 2009 jalur tersebut akan ditingkatkan menjadi jalur ganda (double track).

Pertama di Indonesia

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Wendy Aritenang, kerja sama mengadakan kereta api mahasiswa sudah dijajaki dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Namun, dari sejumlah perguruan tinggi, Universitas Sriwijaya yang pertama kali mewujudkannya.

Rektor Unsri Prof Dr Badia Perizade mengungkapkan, rencana pembangunan kereta api mahasiswa sudah direncanakan 15 tahun lalu ketika kegiatan perkuliahan mulai dipindahkan ke Kampus Unsri di Indralaya.

Proyek ini sangat mahal karena tahun 1993 untuk membangun 1 kilometer rel perlu dana Rp 3 miliar, sekarang sudah mencapai Rp 15 miliar, jadi baru terlaksana sekarang,kata Badia.

Desi (18), mahasiswi Fakultas PGSD Unsri, mengungkapkan, naik kereta api akan memakan waktu lebih singkat dan lebih aman dibandingkan naik bus.

"¯Saya pulang ke Palembang seminggu sekali. Saya baru saja jadi korban pencopet saat pulang naik bus. Mungkin naik kereta lebih aman," ujarnya.(kompas)

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014