Who's Online
Ada 36 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Pemerintah Beri Peluang Swasta Berbisnis Kereta Api
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 03 Maret 2008
Pemerintah memberi peluang bagi swasta untuk masuk dalam bisnis perkereta-apian melalui program revitalisasi kereta api yang akan dilaksanakan pada 2008 sampai 2010.

Kepada pers seusai rapat tentang revitalisasi kereta api di Kantor Wapres Jakarta, Rabu, Menhub Jusman Syafii Djamal mengungkapkan bahwa dimasa mendatang swasta berkesempatan menanamkan investasinya untuk membangun sarana dan prasarana perkereta-apian serta menjadi pengelolanya.

Terkait dengan hal itu, Jusman menjanjikan pada Maret 2008 Peraturan Pemerintah yang mengatur peran swata dalam pengoperasian kereta api berikut sarana serta prasaranannya sudah ada.

"Pada prinsipnya menghadirkan mereka adalah agar tercipta iklim kompetisi yang sehat sehingga kualitas pelayanan kereta api juga diharapkan meningkat," kata Menhub.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan bahwa porsi swasta dalam bisnis perkereta-apian itu semisal mengelola kereta-kereta khusus yang mengangkut komoditas strategis seperti batu bara atau kelapa sawit.

"Atau kereta dengan tujuan khusus seperti hanya ke bandara. Bisa saja swasta berperan disana," kata Menhub.

Pada bagian lain, Menhub mengatakan bahwa program revitalisasi kereta api yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp19,3 triliun itu akan meliputi daerah operasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa serta beberapa provinsi di Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera bagian selatan.

Untuk regional Sumatera, revitalisasi itu meliputi upaya rehabilitasi jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya serta membangun terowongan di Indarung yang menembus Bukit Barisan.

Sementara program revitalisasi di Jawa difokuskan pada peningkatan kapasitas pelayanan yang diperkirakan terus meningkat dari tahun ketahun serta pengangkutan angkutan peti kemas dan barang lainnya.

"Pada 2010 diperkirakan ada pergerakan 22 juta orang setiap harinya dari kota perkota di kawasan Jabodetabek. Untuk itu diputuskan harus ada perusahaan tersendiri yang mengelola perkereta apian sebagai upaya perbaikannya," kata Menhub seraya menegaskan bahwa pemerintah juga akan membentuk tim nasional revitalisasi di bawah koordinasi Menko Perekonomian.

Sementara itu Wapres Jusuf Kalla dalam rapat tersebut diantaranya meminta agar Direksi PT KA memusatkan perhatian pada pembenahan citra kereta api.

"Keamanan perjalanan kereta api harus ditingkatkan dan kenyamanan penumpang juga harus dijamin," demikian Wapres.

Selain Menhub, hadir dalam rapat itu diantaranya Menko Perekonomian Boediono, Meneg BUMN Sofyan Jalil, Kepala Bapenas Paskah Suzetta dan Menperin Fahmi Idris.(*)

Sumber : Antara

Terakhir diperbaharui ( Senin, 03 Maret 2008 )

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014