Who's Online
Ada 16 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Jalur MRT Jakarta
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 06 Juni 2007
Angkutan massal cepat atau mass rapid transit di Jakarta akan diperpanjang sampai ke wilayah permukiman di pinggiran. MRT juga akan akan diintegrasikan dengan pola transportasi makro agar memudahkan penumpang berpindah moda transportasi.


"Pemerintah tidak akan membiarkan MRT (mass rapid transit) hanya sepanjang 17 kilometer, karena tidak akan banyak gunanya. MRT yang berkapasitas besar justru akan diperpanjang ke kawasan pinggiran untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar ke pusat kota," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Selasa (29/5) di Jakarta Pusat.


Pada tahap awal, MRT di Jakarta akan dibangun mulai dari Lebak Bulus sampai Dukuh Atas. Pembangunan MRT itu dinilai banyak pihak bakal sia-sia karena tidak melayani kawasan permukiman yang memiliki banyak penumpang potensial.


Fauzi mengatakan, pembangunan MRT juga akan dilengkapi dengan moda-moda transportasi pengumpan atau feeder, yang memungkinkan masyarakat dari berbagai wilayah permukiman untuk mengaksesnya. Jumlah feeder juga akan ditingkatkan saat jalur MRT diperpanjang sampai ke perbatasan Tangerang.


Dalam waktu belasan tahun mendatang, kata Fauzi, lalu lintas di Jakarta akan mengalami puncak beban, baik dari dalam maupun luar kota. Saat ini, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta dari kawasan pinggiran sudah mencapai 650.000 setiap hari. Jika tidak segera diatasi dengan angkutan massal yang mencapai kawasan pinggiran, kata Fauzi, Jakarta akan macet total.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Bambang Susantono dan Koordinator Forum Keselamatan Transportasi Heru Sutomo mengatakan, pembangunan MRT kelak hendaknya tidak hanya menekankan aspek transportasinya. Tidak hanya mementingkan faktor keuntungan atau benefit, tetapi yang terpenting adalah penataan kota secara luas.


Bambang menyebutkan, contohnya, jika Lebak Bulus berkembang menjadi pusat pertumbuhan Jakarta Selatan, maka harus diperhitungkan pula daerah belakangnya (hinter land). Jika MRT hendak dibangun menembus Lebakbulus, harus disediakan pula jalur pengumpan yang menghubungkan daerah belakangnya. Juga, kalau MRT layak dikembangkan dan kemudian beroperasi, hendaknya diberikan penyertaan modal oleh pemerintah.


Sumber : kompas.com

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014