Who's Online
Ada 56 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Penentuan Lokasi Dermaga Penyeberangan
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 02 Mei 2007
Dasar penilaian maupun kriteria yang dipakai dalam pemilihan lokasi dermaga penyeberangan dapat menggunakan beberapa pendekatan seperti berikut ini:

 1.  Kondisi Teknis Perairan
Kondisi perairan adalah kondisi terhadap parameter perairan terdiri dari antara lain gelombang, ruang gerak kapal, alur pelayaran, arus, pasang surut dan potensi sedimentasi.

2.  Kondisi Teknis Daratan
Yang termasuk kondisi daratan antara lain ketersediaan jalan, topografi, status lahan dan ketersediaan lahan untuk area pengembangan.

3.  Lingkungan dan Hinterland
Lokasi terletak di daerah yang strategis sehingga dapat memberi dampak sosial, ekonomi terhadap lingkungan dan wilayah belakang (hinterland).

4.  Keterpaduan Dengan Moda Transportasi Lain
Lokasi dapat dijangkau dengan mudah oleh moda transportasi lain yang telah tersedia maupun yang termasuk dalam pengembangan jangka panjang.

5.  Prasarana Penunjang
Kawasan pelabuhan memerlukan fasilitas pendukung antara lain ketersediaan air bersih, listrik dan telekomunikasi dan terminal BBM.

6.  Rencana Tata Ruang Wilayah
Lokasi dermaga yang berada dalam kawasan pengembangan untuk transportasi sesuai dengan tata guna lahan yaitu peruntukan lahan dan peruntukan perairan.

 
Metode Penilaian

Melakukan pemilihan adalah sesuatu yang memerlukan penilaian yang teliti dan tidak mudah, karena menyangkut bangunan publik infrastruktur yang melibatkan investasi dana publik yang jumlahnya relatif besar. Bila terjadi kesalahan dalam memilih, akan berakibat tidak baik, untuk jangka waktu yang lama. Pemilihan ini memerlukan visi ke depan yang kuat, dan rsikap obyektif, agar didapat hasil yang optimal. Pemilihan yang bersifat kuantitatif, mudah dilakukan, karena tinggal memilih yang nilainya tinggi atau besar saja. Tetapi tidak semua pemilihan itu bersifat kuantitatif, karena ada hal-hal yang sifatnya tidak dapat dikuantitatifkan, sehingga terpaksa harus dilakukan dengan cara kualitatif. Agar terhindarkan dari pemilihan yang subyektif, maka agarnya hasilnya mendekati nilai obyektifitas yang tinggi, biasanya dilakukan pendekatan dengan cara matrikulasi/tabulasi, dimana yang bersifat kualitatif dibuat menjadi kuantitatif.

Untuk menentukan lokasi dermaga ini, dimana banyak faktor yang bersifat kualitatif, maka penerapan model matrix (kualitatif dibuat kuantitatif) tepat untuk dilaksanakan. Langkah awal yang paling baik yang dibutuhkan adalah penetapan suatu dasar kreteria yang berpengaruh sangat signifikan dan melakukan penilaian-penilaian terhadap dasar atau kriteria penentuan lokasi dermaga itu. Metode penilaian yang dipakai disini terdiri dari bobot dan nilai dari setiap kriteria-kriteria tersebut.

Lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi terbaik ditentukan berdasarkan jumlah nilai tertinggi yang diperoleh alternatif yang ditinjau. Berikut ini adalah uraian-uraian mengenai metode tersebut.

Bobot

Prosentase bobot dari suatu persyaratan menunjukkan besarnya tingkat kepentingan yang harus dipenuhi berdasarkan persyaratan dan kriteria perencanaan. Total penjumlahan bobot adalah 100%. Total nilai tertinggi hasil dari penjumlahan bobot dikalikan nilai adalah menunjukkan bahwa alternatif tersebut merupakan alternatif terbaik.

Besarnya bobot untuk masing-masing kreteria ditentukan berdasarkan kepentingan atau besarnya pengaruh dari masing-masing komponen tersebut, terhadap bangunan dermaga ini. Mengingat ini adalah bangunan dermaga, maka dasar pokok dari penentuan lokasi ini adalah ditentukan oleh daerah perairannya. Hal ini mengingat fungsi pelabuhan/dermaga digunakan sebagian besar untuk lalu-lintas kapal, sehingga daerah perairan yang dipentingkan dan wajar bila presentasi bobot penilaiannya paling tinggi (54%). Komponen menonjol yang lain adalah kondisi daratan (25%), dan sisanya adalah komponen lain yang menunjang (21%). Kondisi darat patut dipertimbangkan karena dermaga adalah merupakan titik singgung antara moda darat dan laut. Jadi daratan perlu dipertimbangkan, terutama untuk jalan aksesnya. Komponen lain yang perlu mendapat pertimbangan serius adalah biaya konstruksi, karena bila biayanya terlalu mahal menjadi tidak layak.



 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014