Who's Online
Ada 21 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Rel Ganda Itu Dimodali Jepang
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 17 Oktober 2006
Pada tanggal 1 September 2006, ada artikel berita dari harian Suara Merdeka edisi Kedu dan DIY, isi artikel berita sebagai berikut:

Rel Ganda Itu Dimodali Jepang
PEMBANGUNAN double track (rel ganda) dari Stasiun KA Kutoarjo sampai Stasiun Tugu (Yogyakarta) ternyata didanai dengan pinjaman dari Jepang. Proyek raksasa itu dimulai sejak 17 Mei 2004 dan ditargetkan akan selesai pada November 2007.

Salah satu konsultan proyek, Ir M Nur Sjamsi ZA, ketika ditemui kemarin menyatakan yang punya kerja atas proyek lintas selatan (PLS) itu adalah Departemen Perhubungan. Mungkin karena modalnya dari Jepang, sebagai pelaksana proyeknya juga berasal dari Jepang, yakni Japan Future Enginering (JFE). Dalam hal pelaksanaannya, perusahaan raksasa asal Jepang itu merangkul perusahaan lokal, yakni PT Wijaya Karya (PT Wika).
Sedangkan tenaga konsultan dalam proyek itu tidak dimonopoli satu konsultan saja, tetapi ada enam konsultan proyek yang dilibatkan. Dari jumlah itu, dua di antaranya dari Jepang, yakni Japan Transportation Consultant INC, dan Pasicif Transportation Consultant. Konsultan lokal yang dilibatkan antara lain PT Dardela, Pt Inti Era Cipta, dan PT Inti Daya Kreasi.

Dia tidak tahu persis berapa jumlah dana untuk proyek tersebut. Seingat dia, pembangunan rel ganda Kutoarjo-Yogyakarta itu biayanya tidak kurang dari Rp 900 miliar. Pekerjaan yang dia tangani itu beda dengan proyek rel ganda Kutoarjo-Kroya.

Kalau pengerjaan proyek itu selesai, perawatan sepenuhnya diberikan kepada PT Kereta Api. Tentang siapa yang akan bertanggung jawab mengembalikan pinjaman dari Jepang itu, dia menyatakan tidak tahu. Petugas PT KA dari Daops IV/Yogyakarta, Sutopo, saat ditemui kemarin juga menyatakan tidak tahu persis tentang hal itu. ''Bisa jadi hasil perolehan dari kereta api untuk mengangsur pinjaman dari Jepang,'' tutur dua sumber tersebut.

Seperti diberitakan, sebagian warga dari enam desa wilayah Bayan dan Banyuurip melepas balok dan rel KA di Kliwonan, Banyuurip, lantaran rel baru itu menyebabkan aliran irigasi ke sawahnya terhambat. Penduduk yang protes adalah warga Desa Pogungkalangan, Banjarejo, dan Pogungrejo (ketiganya Kecamatan Bayan), Desa Seborokrapyak, Kliwonan, serta Seboropasar (Kecamatan Banyuurip). Asal pelaksana proyek tidak menyimpang dari kesepakatan, warga berjanji tidak akan melakukan tindakan anarkis. (Eko Priyono-24)
(Sumber : Suara Merderka) (Download PDF di sini)

Terakhir diperbaharui ( Minggu, 11 Maret 2007 )

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014