Who's Online
Ada 24 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Gubernur Panggil Panitia Pengarah MRT
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 24 Agustus 2009
Senin, 24 Agustus 2009 | 20:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memanggil panitia pengarah mass rapid transit (MRT) untuk mencari langkah percepatan pembangunan angkutan massal tersebut. Kelanjutan pembangunan jalur MRT II dan III juga akan dirumuskan dalam pertemuan yang digelar minggu ini.

"Panitia pengarah atau steering committee akan membicarakan kesepakatan jadwal pembangunan MRT. Setelah ada beberapa perubahan, jangan sampai target penyelesaian pembangunan MRT mundur lagi," kata Fauzi Bowo, Senin (24/8) di Balaikota DKI Jakarta.

Panitia Pengarah MRT itu terdiri dari Menteri Perhubungan sebagai ketua, Fauzi Bowo sebagai wakil ketua, pejabat-pejabat pemerintah pusat yang terkait, dan para ahli perkeretapian.

Mundurnya waktu penyusunan rancangan dasar MRT menjadi salah satu pendorong dikumpulkannya lagi semua panitia pengarah yang sudah lama tidak berkumpul. Pemenang lelang proyek penyusunan rancangan dasar MRT harusnya diumumkan pada November 2008, tetapi mundur lagi ke April 2009, Juli 2009, dan akhirnya Agustus 2009.

Direktur Fungsi Perusahaan dan Perencanaan PT MRT, Eddy Santosa, mengatakan, Departemen Perhubungan sudah menentukan pemenang lelang proyek penyusunan rancangan dasar MRT. Namun, saat ini kontrak kerja antara Departemen Perhubungan dan perusahaan dari Jepang itu belum ditandatangani.

Fauzi mengatakan, pertemuan panitia pengarah MRT juga diperlukan agar terjadi sinkronisasi penyusunan rancangan dasar dengan penyusunan dokumen lelang pembangunan fisik. Sinkronisasi diperlukan karena dokumen itu akan disusun di pertengahan pembuatan rancangan dasar, untuk menghemat waktu. "Target pengoperasian MRT jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas pada 2016 tidak berubah," kata Fauzi.

Eddy Santosa mengatakan, pembangunan MRT jalur II dan III bakal dibahas juga dalam pertemuan itu. MRT jalur II akan memanjang dari Dukuh Atas ke Kota. Sementara MRT jalur III akan membentang dari timur ke barat Jakarta, tetapi belum dipastikan tujuan dan asalnya. "Jika pembangunann MRT jalur II dan III dapat dikerjakan sambil membangun MRT jalur I, angkutan massal ini akan mudah memiliki jaringan ke segara arah. Usaha penanganan kemacetan juga lebih mudah dilakukan," kata Eddy.

Keberlanjutan pembangunan MRT di ketiga jalur itu sangat penting agar tidak terputus di tengah jalan. Seperti bus transjakarta yang jalurnya terus dibangun hingga menguasai sebagian rute utama di Jakarta, MRT juga harus terus dibangun jalurnya agar penumpang lebih mudah mencapai tujuan mereka tanpa berganti moda angkutan.

Saat ini, PT MRT sedang menyiapkan depo yang akan digunakan untuk tempat parkir kereta MRT. Untuk MRT jalur I, rel akan membentang sejauh 14,5 kilometer. Rel melayang di atas jalan sepanjang 10,5 kilometer membentang dari Lebak Bulus ke Senayan. Sedangkan rel bawah tanah dari Senayan ke Dukuh Atas bakal membentang sepanjang empat kilometer.

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014