Who's Online
Ada 41 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

Dirjen Perkeretaapian Bidik APBN 2007 Untuk Keselamatan
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 23 Maret 2007
Direktorat Jenderal Perkeretaapian memprioritaskan anggaran APBN 2007 untuk merehabilitasi sarana dan prasarana. Prioritas tersebut mengakibatkan beberapa proyek pembangunan sarana dan prasarana kereta api ditunda.
 
 "Tahun ini menjadi tahun rehabilitasi. Tapi bukan berarti proyek-proyek yang sudah direncanakan dibatalkan. Sekarang masih dalam pengamatan," kata Dirjen Perkeretaapian Departemen Pernubungan Soemino Eko Saputro, di sela-sela raker dengan Komisi V DPR-RI, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2007).
 
 Proyek yang akan ditunda antara lain proyek pembangunan rel baru Kertapati- Tanjung Api-api Sumatera Selatan hingga ada pendanaan yang lebih. Dana untuk proyek tersebut akan dialihkan menjadi proyek rehabilitasi KA Babaranjang (Batubara Rangkaian Panjang) dari Tanjung Enim- Tarahan, Sumatera Selatan sepanjang 400 km dan lintas Lahat-Lubuklinggau.
 
 "Nilai proyek untuk tahun 2007 tersebut yang dialihkan Rp 145 miliar. Dana tersebut merupakan dana safety, sehingga yang direhabilitasi bagian yang vital-vital seperti tikungan tajam. Khususnya tikungan kritis, lalu rel yang mulai melengkung," tutur Soemino.
 
 Prioritas rehabilitasi tersebut dilakukan karena lintas Tanjung Enim-Tarahan mempunyai tekanan gandar (beban as roda kereta terhadap rel) tinggi sebesar 18 ton, sehingga sangat membutuhkan suatu peningkatan keselamatan. Apalagi, jalur itu digunakan untuk menarik kereta api panjang sebanyak 40 gerbong.
 
 Selain itu, menurut Soemino, tahun ini sedang dilakukan rehabilitasi di lintas Lahat-Lubuklinggau, Sumatra bagian selatan, yang belum lama ini mengalami kecelakaan.
 
 "Semua harus menjadi bagus. Total diganti. Saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Tahun ini rehabilitasi diharapkan selesai. Hanya Tanjung Api-api yang ditunda hingga ada pendanaan yang lebih. Kita sudah melaporkan hal ini kepada Komisi V dan mereka juga menginginkan peningkatan keselamatan," ujar Soemino. (sumber : detik.com)


Terakhir diperbaharui ( Jumat, 23 Maret 2007 )
Pengolahan Data Asset Pemda melalui Teknologi Informasi
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 21 Maret 2007
Pada Otonomi Daerah laju pertumbuhan ekonomi daerah merupakan suatu indikator ekonomi makro yang menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah. Pada berkembangnya pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, antara lain Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai manajer, serta ketersediaan infrastruktur sebagai support dalam pengelolahan SDA yang ada. Infrastruktur yang memadai dalam bentuk sistem manajemen sangat diperlukan pada saat ini. Ketersediaan Informasi yang cepat, efektif, efisien serta terpadu merupakan suatu pilihan paling tepat dalam sistem manajemen.

Salah satu bentuk sistem manajemen yang diperlukan pada Pemerintah Daerah sekarang adalah sistem informasi manajemen aset yang berfungsi sebagai sumber informasi manajemen yang akurat, tepat, cepat dan up to date terhadap potensi aset yang ada. Dengan tersedianya sistem informasi ini pengelolaan aset dapat dikelola dengan baik dan pada gilirannya akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.
Terakhir diperbaharui ( Jumat, 23 Maret 2007 )
Baca selengkapnya...
Mengatur Kereta Api dengan Sinyal
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 24 Februari 2007
Cerita ini bermula dari Stasiun Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akhir Januari lalu. Siang itu, Stasiun Slawi tercatat sebagai yang pertama menggunakan sistem sinyal elektrik buatan negeri sendiri. Harapan pun muncul. Harapan untuk memugar wajah sistem persinyalan kereta api Indonesia. Mengganti sistem sinyal kereta api luar negeri dengan buatan lokal.


Itulah harapan yang dirintis setelah PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) mengembangkan Sistem Interlocking LEN (SIL-02). SIL-02 merupakan sistem sinyal elektrik pertama buatan dalam negeri yang akan mengatur lalu lintas kereta api. Jika sistem ini jadi diterapkan di seluruh jalur di Indonesia, sang operator di ruang kendali stasiun tidak perlu bersusah payah lagi. Tinggal memencet tombol pada panel kendali, sinyal elektrik akan segera mengatur lalu lintas kereta api.

Terakhir diperbaharui ( Jumat, 30 Maret 2007 )
Baca selengkapnya...
Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 19 Januari 2007

Cina Minta RI Cepat Serap Pinjaman untuk Proyek Infrastruktur

Pemerintah Cina minta agar RI mempercepat penyerapan dana pinjaman yang mereka sediakan sejak tahun lalu untuk proyek infrastruktur perhubungan. Dari total nilai US& 800 juta, masih tersisa US$ 200 juta.

"Yang US$ 200 juta itu diarahkan untuk pembangunan rel KA jalur ganda Cirebon-Kroya," kata Dubes RI untuk Cina, Mayjen (Purn) Sudrajat usai diterima Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (19/1/2007).

Menurut Sudrajat, belum juga terpakainya sisa dana US$ 200 juta itu akibat belum disepakatinya nilai proyek antara Pemerintah RI dengan kontraktor. Bahkan akibat kenaikan harga komponen, pihak investor menyatakan nilai proyek itu menjadi US$ 400 juta.

Dengan adanya kenaikan dua kali lipat tersebut, berarti pemerintah harus siap menyuntikkan tambahan dana US$ 200 juta. Bila hal tersebut sulit dilaksanakan dalam waktu dekat, Presiden memberi arahan agar alokasinya dialihkan ke proyek infrastruktur lain. "Ini akan kita bicarakan dengan Bappenas dan Dephub," imbuhnya. (Luhur Hertanto)

Sumber : detikcom

Terakhir diperbaharui ( Jumat, 19 Januari 2007 )
Rel Ganda Itu Dimodali Jepang
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 17 Oktober 2006
Pada tanggal 1 September 2006, ada artikel berita dari harian Suara Merdeka edisi Kedu dan DIY, isi artikel berita sebagai berikut:

Rel Ganda Itu Dimodali Jepang
PEMBANGUNAN double track (rel ganda) dari Stasiun KA Kutoarjo sampai Stasiun Tugu (Yogyakarta) ternyata didanai dengan pinjaman dari Jepang. Proyek raksasa itu dimulai sejak 17 Mei 2004 dan ditargetkan akan selesai pada November 2007.

Salah satu konsultan proyek, Ir M Nur Sjamsi ZA, ketika ditemui kemarin menyatakan yang punya kerja atas proyek lintas selatan (PLS) itu adalah Departemen Perhubungan. Mungkin karena modalnya dari Jepang, sebagai pelaksana proyeknya juga berasal dari Jepang, yakni Japan Future Enginering (JFE). Dalam hal pelaksanaannya, perusahaan raksasa asal Jepang itu merangkul perusahaan lokal, yakni PT Wijaya Karya (PT Wika).
Terakhir diperbaharui ( Minggu, 11 Maret 2007 )
Baca selengkapnya...
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya > Akhiri >>

Hasil 71 - 80 of 81

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014