Who's Online
Ada 38 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

KA Jadi Prioritas Pembangunan Transportasi di Jawa
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 09 Maret 2008
Pemerintah akan membangun jaringan kereta api (KA) di Pulau Jawa dengan prioritas kereta penumpang, baik kereta perkotaan (komuter) jarak jauh maupun menengah.

Pernyataan itu dikemukakan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat meresmikan pengoperasian KA Prambanan Ekspres Baru dengan rangkaian kereta rel diesel elektrik (KRDE) jurusan Solo - Yogyakarta - Kutoharjo pulang pergi (pp) di Stasiun Solo Balapan, Sabtu.

Pemerintah mengencarkan pembangunan KA perkotaan mengingat perkembangan dan pertumbuhan kota-kota di Jawa diwarnai dengan kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang kronis.

"Kemacetan tidak saja memboroskan waktu, biaya, BBM, polusi udara, dan emisi gas buang tinggi. Namun juga menyebabkan turunnya produktivitas ekonomi kota, negara, dan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Terkait dengan pengembangan perkeretaapian di Pulau Jawa, katanya, pemerintah daerah dapat mendorong subsektor transportasi perkeretaapian di daerah masing-masing, baik untuk angkutan jarak pendek, sedang, dan jauh, terutama untuk transportasi perkotaan.

Pemberlakuan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian maka pemerintah daerah diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan membangun perkeretaapian di daerahnya baik melalui investasi swasta maupun melalui BUMD," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz mengatakan dengan dioperasikan KRDE diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas di rute itu, termasuk memperlancar roda perekonomian antara daerah tersebut.

Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Asril Syafei mengatakan pembiayaan modifikasi KRL menjadi KRDE bersumber dari dana APBN Direktorat Jenderal Perkeretaapian, melalui DIPA Satuan Kerja Pengembangan Sarana Perkeretaapian berjumlah Rp 38,9 miliar.

Dia mengatakan, satu KRDE pada kondisi beban penuh mampu mengangkut total penumpang yang duduk dan berdiri sebanyak 1250 orang. (ANT)

Dephub Beri Insentif KA ke Beberapa Kota
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 05 Maret 2008
Departemen Perhubungan memberikan insentif dengan menyerahkan kereta api ke beberapa daerah untuk diajak bekerja sama mengoperasikan kereta api dalam kota.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Dephub, Wendy Aritenang Yazid mengatakan, ada beberapa daerah yang menyatakan telah bersedia bekerja sama dengan pusat dan PT KA untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api.

"Besok kami akan memberikan dua kereta di Solo. Kereta ini untuk melayani transportasi Solo - Jogjakarta - Kutoarjo dan Solo - Jogja," kata Wendy sesaat sebelum berangkat ke Solo, di gedung
Dephub, Jakarta, Jumat (15/2).

Pemberian kereta ini, menurut Wendy, dilakukan untuk memperkuat keberadaan kereta yang sudah ada sebelumnya yaitu Prambanan Ekspres atau Prameks. Kereta-kereta itu nantinya akan dijadikan kereta kelas ekonomi regional yang dilengkapi dengan fasilitas AC.

Kereta berjenis KRDE (Kereta Diesel Elektrik) ini dibuat oleh PT Industri Kereta Api (Inka) dengan mesin yang masih baru. Satu rangkaian KA berisi lima gerbong kereta. Sedangkan untuk kota lainnya, kata Wendy, Kota Semarang juga segera mendapatkan insentif yang sama. Akan tetapi untuk ibu kota Jawa Tengah ini, karena sering terjadi banjir maka jenis pembangkit tenaganya menggunakan tenaga hidrolik.

"Insentif ini kami berikan sebagai pancingan kepada Pemda agar mau menginvestasikan dana mereka untuk membangun transportasi kereta api. Daerah-daerah yang dianggap paling membutuhkan dan berkomitmen membangun transportasi kereta maka akan kami dahulukan," tandasnya.
Pemerintah Beri Peluang Swasta Berbisnis Kereta Api
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 03 Maret 2008
Pemerintah memberi peluang bagi swasta untuk masuk dalam bisnis perkereta-apian melalui program revitalisasi kereta api yang akan dilaksanakan pada 2008 sampai 2010.

Kepada pers seusai rapat tentang revitalisasi kereta api di Kantor Wapres Jakarta, Rabu, Menhub Jusman Syafii Djamal mengungkapkan bahwa dimasa mendatang swasta berkesempatan menanamkan investasinya untuk membangun sarana dan prasarana perkereta-apian serta menjadi pengelolanya.

Terkait dengan hal itu, Jusman menjanjikan pada Maret 2008 Peraturan Pemerintah yang mengatur peran swata dalam pengoperasian kereta api berikut sarana serta prasaranannya sudah ada.

"Pada prinsipnya menghadirkan mereka adalah agar tercipta iklim kompetisi yang sehat sehingga kualitas pelayanan kereta api juga diharapkan meningkat," kata Menhub.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan bahwa porsi swasta dalam bisnis perkereta-apian itu semisal mengelola kereta-kereta khusus yang mengangkut komoditas strategis seperti batu bara atau kelapa sawit.

"Atau kereta dengan tujuan khusus seperti hanya ke bandara. Bisa saja swasta berperan disana," kata Menhub.

Pada bagian lain, Menhub mengatakan bahwa program revitalisasi kereta api yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp19,3 triliun itu akan meliputi daerah operasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa serta beberapa provinsi di Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera bagian selatan.

Untuk regional Sumatera, revitalisasi itu meliputi upaya rehabilitasi jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya serta membangun terowongan di Indarung yang menembus Bukit Barisan.

Sementara program revitalisasi di Jawa difokuskan pada peningkatan kapasitas pelayanan yang diperkirakan terus meningkat dari tahun ketahun serta pengangkutan angkutan peti kemas dan barang lainnya.

"Pada 2010 diperkirakan ada pergerakan 22 juta orang setiap harinya dari kota perkota di kawasan Jabodetabek. Untuk itu diputuskan harus ada perusahaan tersendiri yang mengelola perkereta apian sebagai upaya perbaikannya," kata Menhub seraya menegaskan bahwa pemerintah juga akan membentuk tim nasional revitalisasi di bawah koordinasi Menko Perekonomian.

Sementara itu Wapres Jusuf Kalla dalam rapat tersebut diantaranya meminta agar Direksi PT KA memusatkan perhatian pada pembenahan citra kereta api.

"Keamanan perjalanan kereta api harus ditingkatkan dan kenyamanan penumpang juga harus dijamin," demikian Wapres.

Selain Menhub, hadir dalam rapat itu diantaranya Menko Perekonomian Boediono, Meneg BUMN Sofyan Jalil, Kepala Bapenas Paskah Suzetta dan Menperin Fahmi Idris.(*)

Sumber : Antara

Terakhir diperbaharui ( Senin, 03 Maret 2008 )
Pengembangan Kereta Api Jateng
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 05 Februari 2008
BENARKAH pengembangan transportasi kereta api jarak pendek merupakan kebutuhan mendesak bagi Jateng? Investasi moda transportasi berbasis rel itu sudah tentu akan menelan biaya tak sedikit dan penuh spekulasi. Mulai dari pembenahan rel, pengadaan gerbong, hingga kemampuan menarik penumpang dan mendulang untung di masa mendatang. Sementara, di sisi lain berbagai rencana proyek jalan tol Pemda sendiri belum tuntas. Tak heran bila muncul rasa optimistis dan pesimistis di benak masing-masing orang.

Demikian yang terpaparkan dalam Diskusi Terbatas ''Pengembangan Perkereta-apian di Jateng'' di Hotel Patra Semarang Rabu (24/5) malam. Diskusi tersebut diikuti kalangan pemerintah, perguruan tinggi, pengusaha, BUMN/BUMD, serta pihak-pihak yang berkompeten di bidang transportasi.

Kereta api memang pernah berjaya sebagai transportasi massal di Jateng, terutama pada masa kolonial Belanda. Jejak rekamnya jelas terlihat pada keberadaan lintasan rel di semua kota dan kabupaten, kecuali di Salatiga. Bahkan sejumlah pelabuhan besar pun turut dilalui lintasan itu.

Kini sebagian lintasan rel tersebut memang tinggal kenangan dan kondisinya memprihatinkan. Maka muncullah gagasan untuk menghidupkan kembali jalur-jalur itu sebagai transportasi alternatif masa kini. Wagub Ali Mufiz pun nampak antusias dan menyiapkan Pemda untuk memfasilitasi investor kereta api.

''Proyek ini tidak sekadar ingin mengulang romantisme masa silam. Saat ini ada investor yang tertarik serta ada dukungan UU Kereta Api. Kami akan mengintegrasikan jalur kereta api dan jalur darat, dengan tetap melanjutkan rencana jalan tol Semarang-Solo,'' katanya.

Sejumlah jalur dinilai memiliki potensi ekonomi, baik untuk angkutan barang, angkutan penumpang, angkutan wisata, dan angkutan komuter. Misalnya, Sragen-Semarang-Tanjung Emas, Purwokerto-Cilacap-Tanjung Intan, Semarang-Cepu, Semarang-Demak-Kudus, dan Semarang-Solo-Yogya. Hal itu diperkuat dengan kesediaan investor yang akan menangani proyek itu. Setidaknya, hingga kini, sudah ada beberapa investor kereta api asal Malaysia, Jepang, dan Ceko yang telah melakukan pembicaraan dengan Pemda untuk membangun rute pendek. Karenanya, sebelum melangkah lebih jauh, Wagub Ali Mufiz berupaya mengumpulkan informasi obyektif dari stakeholders.



Baca selengkapnya...
PT Kereta Api Akan Uji Coba Lokomotif Bahan Bakar Gas
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 05 Februari 2008
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ronny Wahyudi mengatakan, perusahaannya akan mengujicobakan penggunaan lokomotif berbahan bakar gas menggantikan bahan bakar solar. "Kami akan uji coba tahun ini," katanya di Bandung, Jumat (25/1).

Menurut dia, uji coba itu merupakan langkah yang diambil untuk menyiasati kenaikan harga solar sejalan dengan kenaikan minyak mentah dunia. Saat ini PT Kereta Api tengah merancang lokomotif berbahan bakar gas dan akan dibuat di dalam negeri. Rencana ini diharapkan bisa selesai untuk diuji Juli nanti.

Satu unit lokomotif berbahan bakar gas itu akan dicoba di Sumatera Selatan. Lokomotif itu rencananya akan digunakan uintuk menarik gerbong pengangkut batu-bara di sana.

Pengujian itu, papar Ronny, untuk mengetahui investasi yang dibutuhkan dalam pembuatannya. Sekaligus, tambahnya, mengetahui efisiensi yang bisa diperoleh dengan pemakaian bahan bakar tersebut. Dari hitungan di atas kertas, katanya penghematan Bahan Bakar Minyak bisa mencapai 40 persen sampai 50 persen.

Menurut Ronny, pada Juli nanti, PT Kereta Api juga akan meluncurkan beberapa kereta api baru. Di antaranya, paparnya, 1 set Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi plus AC - dengan harga tiket di bawah KRL AC plus yang kini sudah beroperasi. KRL Ekonomi Plus yang memakai AC itu akan dioperasikan di Jabodetabek.

PT Kereta Api juga akan menambah 1 rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) untuk Daerah Operasi II Bandung dengan menggunakan gerbong kereta eks-KRL Jepang. Kereta komuter itu akan beroperasi melayani lintasan Padalarang-Cicalengka.

Selain itu, papar Ronny, perusahaannya juga akan menambah rangkaian kereta baru untuk kereta api yang saat ini sudah beroperasi. "Kita akan meluncurkan kereta baru seperti Argo Lawu dan Argo Dwipangga," katanya.

Direktur Operasional PT Kereta Api Indonesia Soedarmo Ramadhan mengatakan, penambahan kereta baru itu masing-masing 1 rangkaian. Penambahan itu, paparnya, sejalan dengan pengoperasian rel double-track baru di lintasan Kroya-Yogyakarta.

Keberadaan rel double track tersebut, paparnya akan menambah kapasitas lintasannya. "Tadinya 90 kereta api pr hari sekarang bisa sampai 184 lintasan," katanya.

Sumber: Tempo Interaktif

Terakhir diperbaharui ( Selasa, 05 Februari 2008 )
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya > Akhiri >>

Hasil 41 - 50 of 81

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014