Who's Online
Ada 44 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

PT KA Resahkan Implementasi UU Perkeretaapian
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 04 Februari 2009
Jakarta – PT Kereta Api (KA) menyatakan keresahannya terkait dengan implementasi Undang-undang Perkeretaapian No 23 Tahun 2007.
”Kereta api, di mana pun di dunia ini, adalah untuk transportasi publik dan didukung penuh negara untuk kemakmuran dan kepentingan ekonomi rakyatnya,” kata Dirut PT KA Ronny Wahyudi saat menyampaikan komentar pada sesi di workshop Pemangku Kepentingan Perkeretaapian Nasional 2009, di Jakarta, Selasa (3/2).
Oleh karena itu, menurut dia, peran kereta api perlu didukung oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakatnya.

”Semangat ini mestinya juga untuk BUMN di Indonesia, bukan sebaliknya ‘dipecah-pecah’ untuk keuntungan asing,” kata Ronny. Sebagai contoh, ia menyebutkan, adanya pengalaman dan fakta BUMN Telekomunikasi di Indonesia yang akhirnya sebagian sahamnya dimiliki oleh asing.
Di sisi lain, Departemen Perhubungan (Dephub) meminta jajaran PT Kereta Api (KA) untuk tidak meragukan komitmen pemerintah dalam upaya menjadikan PT KA sebagai tulang punggung transportasi darat, terkait dengan implementasi UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Wendy Aritenang mengatakan, ”Jangan ragukan itu. Buktinya, selama ini total investasi pemerintah terhadap seluruh sarana dan prasarana BUMN Perkeretaapian itu jauh lebih besar dari apa yang dilakukan oleh PT KA sendiri,” ungkapnya.
Kata Wendy, dimana pun di dunia, semangat monopoli sudah dilawan oleh gerakan de-monopoli dan memang terbukti selama ini (bahwa PT KA monopoli) pelayanannya kepada konsumen tidak pernah memuaskan.

”Karena itu, PT KA memang harus berbenah,” katanya. Selanjutnya, terkait dengan peluang masuknya swasta di sektor perkeretaapian pascapemberlakuan UU No 23 Tahun 2007 itu, Wendy menjamin menyatakan bahwa hal itu tidak akan mengganggu porsi PT KA. ”UU mengatakan, swasta bisa masuk oada pengembangan perkeretaapian di Indonesia, baik di sarana, prasarana maupun operator,” katanya.

KA Regional
Sementara itu, mengenai implementasi Revitalisasi Perkeretaapian Nasional sejak dua tahun lalu yang kini tersisa 15 bulan lagi, menurut Wendy, salah satu bentuknya adalah peningkatan kapasitas KA secara nasional yang antara lain dimulai dengan pengaktifan jalur-jalur KA yang sudah ”mati”. ”Ada sejumlah jalur yang sudah direncanakan dan bahkan sudah dioperasikan, seperti Bogor-Sukabumi,” katanya.
Total jalur KA yang masih dimungkinkan bisa diaktifkan kembali sebanyak 3.000 km dan sudah tersisa 1.300 km. Sisanya antara lain ada di jalur-jalur Yogyakarta-Magelang, Padang-Bukit Tinggi, Purwokerto-Wonosobo. Selain itu, pihaknya juga akan membangun dan memberi kesempatan kepada pemerintah daerah dan swasta di daerah untuk mengembangkan KA Regional seperti Bandung Raya, Surabaya dan lainnya.
(ellen piri)

Antisipasi Banjir Ditjen Perkeretaapian Siapkan Tim Perbaikan Rel
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 03 Februari 2009
Jakarta - Intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat jalur transportasi kereta api rawan. Untuk mencegah hal tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan sudah melakukan persiapan khusus.


"Kalau banjir setiap tahun kita sudah antisipasi dengan menyiapkan beberapa
prasarana yang cukup baik," ujar Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendi Aritenang usai membuka acara Workshop Pemangku Kepentingan Perkeretaapian Nasional 2009, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2009).


Wendi menerangkan, prasarana yang telah disiapkan berupa bahan-bahan material dan tim pembantu. Tim ini siap bekerja 24 jam di titik-titik rawan banjir.


"Yang sulit adalah menentukan kapan datangnya (banjir)," terang Wendi.
Gangguan akibat banjir, lanjut Wendi, biasanya menyebabkan rel menjadi terapung. Air yang menggenangi bantalan rel akhirnya menggerus permukaan dasar rel. Karena hal ini kereta tidak bisa melaju diatasnya.


"Biasanya kita cepat mengatasi hanya dalam hitungan jam, kecuali kalau relnya panjang dan besar," imbuhnya. Sedangkan untuk penumpang, biasanya dilakukan pemindahan melalui bis umum atau kereta api lainnya. Saat ini Dirjen Perkeretapian telah menyiapkan sejumlah antisipasi di titik rawan banjir. Seperti daerah Banyuwangi, Bojonegoro, dan Semarang. (DETIK.COM)

Jalur Kereta Api Kalisat-Panarukan Segera Dibuka
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 19 Januari 2009
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan segera menghidupkan kembali jalur kereta api Kalisat-Panarukan. Jalur bersejarah yang terkenal dengan ‘Gerbong Maut’ ini memiliki panjang jalur sekitar 57 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Jember-Kabupaten Bondowoso- Kabupaten Situbondo.

Rencana menghidupkan kembali jalur yang berhenti beroperasi sejak 2004 lalu itu diungkapkan Direktur Jendral Kereta Api, Wendy Aritenang, disela-sela pemantauan jalur kereta api di Stasiun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Senin (12/1) siang ini.

Ditanya soal rencana Dirjen KA, Wendy mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk merevitalisasi perkeretaapian. Diantaranya menghidupkan kembali jalur kereta api Kalisat-Panarukan.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya selama dua hari mendatang akan melakukan peninjauan serta mengkaji jalur tersebut. Hari ini, kata Wendy pihaknya akan melakukan pemantauan jalur mulai dari Stasiun Bangil hingga Stasiun Banyuwangi. Setelah itu baru memantau ke Panarukan.


Dia menambahkan, ditutupnya jalur Kalisat-Panarukan 2004 lalu dikarenakan sarana dan prasarananya yang jelek. Namun setelah empat tahun ditutup, ada permintaan pemerintah daerah untuk membuka kembali jalur ini.

“Pemerintah daerah setempat meminta Dirjen KA untuk membuka kembali jalur tersebut,” kata Wendy.

Dia tidak menyebutkan berapa alokasi dana yang disiapkan untuk membuka kembali jalur tersebut. “Yang jelas membutuhkan biaya yang besar. Masih kami kaji,” katanya.


Pembukaan jalur ini, kata Wendy, juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Hariyanto, Kepala Hubungan Masyarakat, PJKA Daop 9 Jember menyambut baik rencana pembukaan jalur tersebut. “Pengguna jalur tersebut rata-rata masyarakat kelas ekenomi menengah kebawah,” katanya. DAVID P

Terakhir diperbaharui ( Senin, 19 Januari 2009 )
Spin Off PT KA Dipercepat
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 05 Agustus 2008
Pemerintah mempercepat proses pemisahan (spin off) PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daop) I Jakarta menjadi awal Agustus 2008. Semula, spin off ini direncanakan dilakukan pada akhir tahun ini.''Spin off kelihatannya bukan akhir tahun ini, mungkin awal bulan depan,'' kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub), Wendy Aritenang, di Jakarta akhir pekan lalu.Percepatan pemisahan menjadi awal Agustus 2008 ini, kata Wendy, hanya terkait dengan aksi korporasinya. ''Sedangkan spin off dalam arti kata penyelenggaraan perkeretaapian, memang memerlukan proses yang agak lama.''


Pemisahan PT KA Daop I Jakarta yang meliputi Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Tangerang, dan Bekasi dari perusahaan induk, jelasnya, selain memberikan kesempatan kepada swasta dan pemerintah daerah setempat untuk berpartisipasi, sekaligus juga meningkatkan pelayanan kepada pengguna KA.Sejak Undang-undang No 23/2007 tentang Perkeretaapian berlaku, pola operator tunggal atau monopoli operator kereta api berakhir. Kini, yang ada adalah multioperator. ''Nah, di sini pemda dan swasta lainnya bisa terlibat. Jadi, silakan saja, bila Pemda DKI atau lainnya ikut nimbrung di bisnis perkeretaapian mulai dari penyedia sarana, prasarana hingga operator.''

Hal serupa, sambungnya, telah dimulai oleh salah satu pemerintah daerah di Provinsi Sumatra Selatan yang membeli dua set kereta api untuk dioperasikan di lintas Kertapati-UNSRI tahun ini. ''Ini yang pertama di Indonesia,'' jelasnya. Terkait dengan urusan bisnis, ia mempersilakan pemda yang berminat menanamkan investasinya di sektor ini untuk melakukan hitung-hitungan bisnis dengan anak perusahaan PT KA tersebut. ''Silakan saja langsung, misalnya, soal operasional, bagi hasil, dan lainnya,'' katanya.


Lelang MRT

Sehubungan dengan rencana pembangunan fasilitas mass rapid transportation (MRT) di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Sugiadi Waluyo, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses lelang penunjukkan konsultan engineering design.Sejauh ini, ungkapnya, ada tiga perusahaan konsultan asal Jepang yang telah menyampaikan proposal penawaran dalam lelang tersebut. Ketiga perusahaan konsultan itu adalah Pacific Consultant International, Nippon Koei, dan Katahira Group. ''Saat ini tim lelang kami sedang melakukan evaluasi terhadap proposal ketiganya,'' ujar Sugiadi.

Dirjen Perkerataapian Dephub, Wendy Aritenang, menambahkan, proses pengerjaan engineering design membutuhkan waktu 18 bulan. Sedangkan untuk pembangunan konstruksinya diperkirakan makan waktu tiga tahun.''Jadi, kalau bisa konsultannya diputuskan dalam 1-2 bulan ini, proses pengerjaan engineering design sudah bisa dimulai sekitar Oktober 2008,'' jelasnya.


Di Indonesia, MRT rencananya akan dibangun sepanjang 14,5 kilometer (km). Jalur MRT untuk tahap pertama ini menghubungkan Lebak Bulus-Dukuh Atas. Dari MRT sejauh 14,5 km, sepanjang 4,5 km di antaranya berada di bawah tanah (subway) yang dilengkapi dengan empat stasiun bawah tanah dan delapan stasiun di permukaan tanah.Proyek ini didanai dari pinjaman Japan Bank International Cooperation (JBIC) dengan bunga sebesar 0,4 persen per tahun dan masa pengembalian selama 30 tahun. Kewajiban pengembalian, sebesar 58 persen ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 42 persen oleh pemerintah pusat.


Berdasarkan kesepakatan per 28 November 2006 antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, pembiayaan proyek ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, untuk studi engineering design dengan biaya sekitar 17,5 juta dolar AS. Kedua, untuk tahapan konstruksi proyek senilai kurang lebih 800 juta dolar AS.

Angkutan penyeberangan perintis kurang dimintai Pihak Swasta
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 25 Juli 2008

JAKARTA: Pelaku usaha swasta belum berminat menanamkan investasi pada rute penyeberangan perintis walaupun Departemen Perhubungan telah menawarkan sektor tersebut kepada perusahaan swasta, selain PT Angkutan Danau Sungai dan Penyeberangan (ASDP).

Sekditjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Ahmad Sukri mengatakan pihaknya memang sudah menawarkan rute penyeberangan perintis kepada pihak swasta, tetapi belum ada yang berminat.

"Kalau di [angkutan] laut sudah banyak swasta yang masuk menggarap rute perintis, sedangkan di penyeberangan sudah kami coba tawarkan ke swasta, tetapi belum ada yang berminat," ujarnya akhir pekan lalu.

Departemen Perhubungan (Dephub) membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk menggarap rute penyeberangan perintis karena diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan.

Saat ini terdapat 73 rute penyeberangan perintis di Indonesia yang dilayani oleh PT Angkutan Danau Sungai dan Penyeberangan dengan pemberian dana layanan publik atau public service obligation (PSO) sebesar Rp1,2 triliun pada 2008.

Bersaran dana subsidi layanan tersebut naik 50% dibandingkan dengan dana PSO tahun sebelumnya sebesar Rp800 miliar.

Ahmad mengatakan masuknya sektor swasta dalam penyeberangan perintis juga akan menciptakan iklim persaingan, sehingga perusahaan yang akan berhasil adalah yang paling efisien.

Pekan lalu, Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar mengatakan pihaknya akan menggelar lelang bersubsidi pelayanan perintis yang selama ini diserahkan ke PT ASDP Indonesia Ferry.

Dephub mengharapkan pada 2010 sektor swasta sudah bisa masuk pada penyeberangan perintis. Namun, lelangnya baru akan dilakukan dalam dua tahun lagi karena belum ada persiapan.

Rencana memasukkan swasta ke dalam penyeberangan perintis membutuhkan persiapan karena armada kapal roll on-roll off (roro) swasta masih terbatas. Sampai saat ini, Dephub masih mempercayakan penyelenggaraan angkutan penyeberangan perintis kepada ASDP karena dinilai masih efisien.
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya > Akhiri >>

Hasil 31 - 40 of 81

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014