Who's Online
Ada 5 tamu sedang online


Our Partners
MGC
JTC
Nippon Koei
LAPI ITB
SMEC INTERNATIONAL


Jumlah Pengunjung



Artikel Favorit

 

 











 

 

home mail

BI Siapkan Sistem Logistik Berbasis Kereta Api
Sabtu, 29 Maret 2014
TEMPO.CO , Bandung - Bank Indonesia (BI) berencana merumuskan sistem distribusi logistik nasional menggunakan jasa kereta api. Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengatakan, pihaknya meyakini cara tersebut dapat mengefisienkan biaya dan waktu distribusi tiap perusahaan.

"Perusahaan mesti menyiapkan gudang dekat dengan stasiun pengangkatan logistik," ujar Ronald di Bandung, Rabu, 26 Maret 2014. Dia meyakini langkah tersebut merupakan cara efektif, karena kereta api dinilai dapat mengangkut logistik dengan kuota yang besar. "Kami menilai sejumlah perbaikan kualitas yang dilakukan PT KAI, sudah layak untuk dapat menganggkut beban besar," katanya. (Baca: Biaya Logistik Terkerek Aneka Pungli dan Monopoli)

Apalagi jalur kereta api di pulau Jawa mampu mengirimkan barang sampai ke tujuan. Kebijakan itu tengah dirumuskan, karena BI menganggap ada pemborosan dana jika distribusi antarkota masih dilakukan menggunakan roda empat. Pemerintah jelas dirugikan karena mesti menyiapkan dana memperbaiki infrastruktur jalan yang kerap disebabkan oleh kendaraan angkutan besar, kata Ronald. (Baca: Pelindo III Aktifkan Lagi Jalur Kereta Barang)

Rektor Universitas Padjadjaran Bandung Gandjar Kurnia mengatakan, salah satu kemajuan negara dapat dilihat dari perkembangan sistem perkeretaapian. "Ingat, hampir semua kereta api yang dimiliki kita merupakan warisan Belanda," ujar dia. Tidak hanya itu, melalui penelusurannya, Ganjar menilai jumlah jalur kereta api semakin mengerucut.

Ganjar melanjutkan, pemerintah bertanggung jawab mengkaji dan berpikir untuk mengefisienkan distribusi logistik. Jika masih menggunakan kendaraan, pemerintah ikut dirugikan. Alasannya, bahan bakar kendaraan roda empat ikut disubsidi oleh pemerintah. "Daripada terus-terusan perbaiki jalan, lebih baik duitnya kita pakai untuk pengembangan kereta api," katanya.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/03/27/090565681/BI-Siapkan-Sistem-Logistik-Berbasis-Kereta-Api
Kereta Api Eksekutif Bima Malang-Surabaya Diluncurkan
Jumat, 07 Februari 2014
Kereta kelas eksekutif Bima jurusan Malang-Surabaya diluncurkan Kamis, 6 Februari 2014, dari Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur. Kereta berkapasitas 260 kursi ini diberangkatkan pukul 14.15 WIB dan tiba di Stasiun Gubeng, Surabaya, pukul 16.27. "Bima menjadi alternatif pilihan masyarakat Malang," kata Wali Kota Malang Muhammad Anton dalam acara peluncuran.

Anton meminta masyarakat beralih ke moda transportasi massal, seperti kereta api. Selain karena jalan darat untuk kendaraan angkutan umum Malang-Surabaya sangat padat dan sering terjadi kemacetan, tarif kereta eksekutif sangat terjangkau, yakni Rp 30 ribu. Fasilitas kereta api juga sangat memadai dengan pendingin ruangan dan kursi empuk yang mudah diatur. "Kereta api itu juga melayani jalur Surabaya-Jakarta," ujarnya.

Kepala Stasiun Kota Malang Sudarto menyatakan keyakinannya bahwa pengoperasian kereta api eksekutif Bima bisa bertahan lebih lama dibandingkan Jatayu yang diluncurkan 2006. Pada saat itu, arus lalu lintas Malang-Surabaya sangat lancar sehingga publik memilih bus. Namun sekarang lalu lintas begitu padat sehingga kereta api menjadi pilihan yang tepat.

Pemberangkatan dari Stasiun Gubeng, Surabaya, pukul 06.30 dan tiba di Stasiun Kota Malang pukul 08.31. Dalam perjalanan, Bima hanya berhenti di Stasiun Sidoarjo dan Stasiun Lawang.

Sudarto mengakui kendala perjalanan hanya terjadi di sekitar Porong. Itu pun hanya pada musim hujan. Seperti ketika rel tergenang banjir pada Rabu, 5 Februari 2014. Lantaran itu pula peluncuran Bima yang dijadwalkan Rabu ditunda menjadi Kamis.
Gandeng Jepang, Kemenhub Selesaikan Double Track Bekasi-Cikarang
Rabu, 10 Oktober 2012

Jakarta - Pemerintah telah menandatangani perjanjian dengan pemenang tender penyelesaian paket B1 Bekasi-Cikarang yang meliputi pembangunan Railway Electification And Double-Double Tracking (DDT) Of Java Main Line. Adapun pemenang tender tersebut adalah Mitsubishi Sumitomo Joint Operation.
Pembangunan elektrifikasi tersebut menyatu dalam rangkaian pembangunan DDT lintasan Manggarai - Cikarang yang meliputi beberapa pekerjaan yang bertujuan memisahkan pengoperasian antara kereta utama jarak jauh dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ke Jakarta dan sebaliknya dengan kereta commuter Jabodetabek.

Program DDT Manggarai - Cikarang tersebut terbagi dalam beberapa paket pekerjaan. Paket A1 (modernisasi Stasiun Manggarai dan pekerjaan jalur jarak jauh menuju Matraman), Paket A2 (modernisasi St. Jatinegara dan pembangunan St. Matraman), Paket B1 (elektrifikasi Bekasi-Cikarang sepanjang 17 Km) dan B2 (pembangunan DDT Jatinegara-Bekasi).
Pembangunan elektrifikasi tersebut akan menelan dana Rp 2,5 triliun yang dipinjamkan dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dan diharapkan akan selesai pada 2016 mendatang setelah pengerjaan selama 45 bulan.

Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan mengungkapkan, proyek B1 ini berupaya memisahkan lajur antara kareta api jarak jauh dengan commuter line. Hal ini juga dalam rangka memaksimalkan kereta api.

"Dengan dipisahkannya kereta api jarak jauh dan Commuter Jabodetabek akan bermanfaat memberikan kelancaran 2 jenis pelayanan kereta api tersebut dan meningkatkan kapasitas lintasan yang tentunya dapat meningkatkan kapasitas angkut pengguna," tutur Tunjung di Kantor Kemenhub, Rabu (10/10/2012).

Dengan semakin kronisnya kemacetan di Jabodetabek, Tunjung mengatakan transportasi KA merupakan solusi yang harus segera direalisasikan dan nantinya angkutan barang di jalan raya juga akan lebih bisa dialihkan menggunakan angkutan barang kereta api.
Lingkup pengerjaan Paket B1 diantaranya pembangunan jembatan baja dan beton lintas Bekasi-Cikarang, modifikasi track antara Bekasi-Cikarang, pembangunan stasiun Bekasi Timur, stasiun Tambun, stasiun Cibitung, dan stasiun Cikarang. Selain itu juga untuk penambahan substation (gardu listrik aliran atas) baru di Buaran, Cakung, Bekas Timur, dan Cikarang. Elektrifikasi juga meliputi penggantian dan modifikasi interlocking di Manggarai, jatinegara, Cipinang, Bekasi, dan Cikarang. Pemasangan wayside singnal Bekasi-Cikarang, dan pemasangan kabel dan fasilitas telekomunikasi.

Tunjung mengatakan, selain pembangunan DDT Manggarai-Cikarang, pemerintah melalui Kemenhub juga tengah menyelesaikan pembangunan DT lintas utara yang saat ini pengerjaannya sudah 40% dan diharapkan hingga akhir 2012 mendatang bisa mencapai 60% sehingga target penyelesaian 2013 bisa dilampaui, salah satunya penyelesaian lintas hingga Semarang sebelum musim mudik lebaran 2013 mendatang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para warga masyarakat yang akan pulang ke kampung halamannya.

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhiri >>

 
 
  PT. Dardela Yasa Guna - Jakarta - Indonesia © copyright 2006 - 2014